MANTINGAN, REMBANG (07/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, bersama Pabrik Gula (PG) Trangkil, melaksanakan survei lokasi dan pengecekan kemasakan tebu mandiri, di wilayah Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sudo, pada Selasa, (07/04).
Kegiatan ini, dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk budi daya tanaman tebu mandiri serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional dari sektor gula. Adapun tanaman agroforestry, tebu mandiri di wilayah BKPH Sudo memiliki luas 27,22 hektare.
Administratur, KPH Mantingan, melalui Kepala Sub Seksi Perencanaan Sumber Daya Hutan, Arief Muslikin, menjelaskan bahwa pengelolaan tebu mandiri di wilayah KPH Mantingan, dilakukan dengan menerapkan prinsip sustainable forest management.
“Dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan masyarakat sekitar hutan, kegiatan budi daya tebu mandiri, tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan. Pengelolaan tebu mandiri bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas gula, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Perhutani, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas gula nasional serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional, sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan agroforestry tebu mandiri, di wilayah KPH Mantingan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Tebang dan Angkut PG Trangkil, Galih Brian, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi yang baik dari jajaran KPH Mantingan.
“Kerja sama ini menjadi contoh sinergi produktif antara BUMN Kehutanan dan Industri Gula. Kami berharap kemitraan ini dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga budi daya tebu di kawasan hutan dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, dan PG Trangkil, menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan budi daya tebu yang produktif dan ramah lingkungan, sekaligus menjaga fungsi kelestarian hutan sebagai penopang kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan KPH Mantingan. (Mnt/Joyo)
Editor: Hening
Copyright : 2026