PEKALONGAN TIMUR, (09/04/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melaksanakan kegiatan opname getah pinus di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar, pada tanggal (08/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menjaga tertib administrasi serta menjamin kesesuaian antara data laporan dengan kondisi riil di lapangan.
Opname getah pinus merupakan kegiatan rutin yang memiliki peran penting dalam sistem pengendalian internal, khususnya dalam bidang produksi hasil hutan bukan kayu. Melalui kegiatan ini, dilakukan pencocokan secara langsung antara catatan administrasi dengan hasil fisik produksi di lapangan, sehingga dapat diketahui tingkat kesesuaian, potensi selisih, serta evaluasi terhadap proses produksi yang berjalan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Penguji yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Eko Purnomo. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh petugas lapangan, Agus, yang turut memberikan informasi teknis serta gambaran kondisi produksi getah pinus di wilayah BKPH Karanganyar.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Penguji Tingkat I Getah Pinus, Eko Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan opname tidak hanya sekadar pemeriksaan administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap sistem produksi di lapangan.
Ia menegaskan pentingnya ketelitian dalam pencatatan serta kesesuaian data sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Opname ini merupakan salah satu bentuk kontrol yang sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh hasil produksi getah pinus telah tercatat dengan benar dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian, kepercayaan dapat terjaga serta kualitas tata kelola dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk melakukan pembinaan kepada petugas lapangan agar senantiasa menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, petugas lapangan, Agus, menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pemeriksaan secara detail, mulai dari volume getah pinus yang terkumpul, kualitas hasil sadapan, hingga kelengkapan administrasi pendukung.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi produksi di wilayah BKPH Karanganyar secara umum berjalan dengan baik, meskipun tetap terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk peningkatan ke depan.
“Kegiatan ini sangat membantu kami di lapangan dalam melakukan evaluasi, sehingga ke depan dapat bekerja lebih optimal dan meminimalisir potensi kesalahan dalam pencatatan maupun pelaporan,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan opname juga menjadi bagian dari upaya dalam menjaga keberlanjutan produksi getah pinus dengan tetap memperhatikan aspek teknis penyadapan yang baik dan benar. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan kualitas dan kuantitas produksi dapat terus meningkat tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya hutan.
KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengawasan dan evaluasi secara berkala sebagai bentuk implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap lini kegiatan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan opname getah pinus di BKPH Karanganyar ini, diharapkan seluruh proses produksi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan mampu mendukung pencapaian target produksi secara optimal, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Ullil
Copyright ©️ 2026