PEKALONGAN BARAT, PEMALANG (10/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa paket sembako kepada warga terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (09/04).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, beserta jajaran manajemen di Balai Desa Penakir dan di lokasi terdampak bencana di Dukuh Sawangan, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, sebagai perwakilan warga terdampak, serta kepada masyarakat yang terdampak bencana. Program TJSL ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani KPH Pekalongan Barat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Administratur KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa bantuan TJSL ini merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa Desa Penakir merupakan salah satu wilayah yang secara administratif berada di sekitar kawasan hutan, sehingga Perhutani memiliki tanggung jawab moral untuk turut peduli terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya.
Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak serta menjadi bentuk kehadiran Perhutani tidak hanya dalam pengelolaan hutan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama saat terjadi bencana.
Sementara itu, Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Barat atas bantuan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan terdampak cukup parah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Adapun bantuan yang disalurkan sebanyak 100 paket sembako yang terdiri atas beras, mi instan, minyak goreng, dan gula pasir dengan nilai total sebesar Rp23.900.000.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial terus terjaga serta memperkuat hubungan antara Perhutani dan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana alam (Pkb/Sgy).
Editor: Aris
Copyright © 2026