GUNDIH, GROBOGAN RAYA (10/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menggelar kegiatan Halalbihalal bersama tiga perkumpulan purna rimbawan Perhutani di Aula Kantor KPH Gundih, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (09/04).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara para pensiunan yang tergabung dalam Perkumpulan Pensiunan Kehutanan Indonesia (Penshutindo), Persatuan Pensiunan Perhutani (Penshutani), dan Persatuan Wanita Kehutanan (Perwita). Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dalam pengelolaan sumber daya hutan antara para purna tugas dan pegawai aktif.
Administratur KPH Gundih, Haris Setiana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran para purna tugas memiliki kontribusi penting terhadap eksistensi Perhutani hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa pengalaman para senior menjadi fondasi dalam melanjutkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi perusahaan, khususnya di wilayah KPH Gundih. Menurutnya, Perhutani berkomitmen untuk melanjutkan estafet pengelolaan hutan agar tetap lestari.
Ketua Perkumpulan Pensiunan Kehutanan Indonesia (Penshutindo), Parjimin, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan KPH Gundih yang tetap memberikan ruang bagi para pensiunan untuk berkontribusi secara moral bagi institusi.
Acara juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Ahmad yang mengajak seluruh peserta untuk memaknai Idul Fitri sebagai momentum kembali ke fitrah setelah menjalani pendidikan spiritual selama bulan Ramadan.
Ia menjelaskan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci, dan melalui ibadah puasa selama Ramadan diharapkan mampu kembali membersihkan diri serta memperbaiki interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara manajemen aktif dan para purna rimbawan dapat terus terjalin untuk memperkuat upaya pelestarian hutan di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Kebersamaan lintas generasi ini menjadi modal sosial penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan (Gdh/Dwi).
Editor: Aris
Copyright © 2026