KEDU UTARA (14/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, turut hadir dan memberikan dukungan penuh pada kegiatan “Let’s Go Conservation”, dalam rangka memperingati Hari Bumi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Basecamp Alang-Alang Sewu Petak 21C, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, yang secara administratif berada di Dusun Yososari, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Kamis, (09/04).
Kegiatan yang diprakarsai oleh berbagai komunitas dan pemangku kepentingan ini diketuai oleh Pecinta Alam Jelajah Rimba Sindoro (PAJERO), dengan melibatkan sejumlah mitra, antara lain Omah Alam, Gajapaska, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo, Gajah Mungkur, Jagles, kelompok petani, Perhutani, Pemuda AGG, serta Giling Wesi. Kolaborasi lintas sektor ini, mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam aksi tersebut dilakukan penanaman sebanyak 850 bibit tanaman, yang terdiri dari pinus, gayam, dan kopi. Penanaman ini, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tutupan lahan dan konservasi hutan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui tanaman multiguna. Selain itu, kegiatan ini juga menerapkan sistem geothenging, yang dikenalkan oleh Omah Alam Mendolo, sebagai metode konservasi untuk menjaga kestabilan tanah serta mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bumi, menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan.
“Perhutani, sangat mengapresiasi kegiatan ini karena melibatkan banyak pihak dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Sinergi seperti ini, penting untuk menjaga keberlanjutan hutan serta mengurangi permasalahan tenurial akibat pemanfaatan lahan yang kurang sesuai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi merupakan kunci utama dalam menciptakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Edukasi serta aksi langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hutan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Rista Galih, menyampaikan bahwa kegiatan “Let’s Go Conservation”, memberikan kesan yang inspiratif dan bermanfaat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, atas dukungan dan pendampingan dari awal hingga selesainya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini, dapat menginspirasi karena menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan yang saat ini mulai jarang terlihat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam menanggulangi permasalahan tenurial, khususnya garapan lahan sayuran di kawasan hutan,” ungkapnya.
Rista, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sehingga upaya merawat hutan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Bumi ini, Perhutani, KPH Kedu Utara, bersama seluruh pihak yang terlibat menunjukkan bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, diharapkan hutan tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (Kdu/Nurul)
Editor: Hening
Copyright © 2026